Semu

Dia ada seiring berlarinya waktu
Dia lenyap membawa kehampaan
Senyum tak luput dari bibir
Bahagia selalu temani damainya hari
Sukacita, riang bergumul di diri

Tapi…
Tapi kenapa ini hanya semu
Kenapa ini berakhir pilu
Kenapa dan kenapa ini terjadi lagi

Dan lagiiiiii….
Derita menanti diujung bahagia
Perih bahkan membayangi senyum
Airmata seakan kering tak berbekas
Bagai karma yang melilit hidup

Lelah hati tak sanggup bangkit
Letih jiwa ingin tinggalkan dunia
Kenangan luka yang menoreh lemah
Berharap tangannya kuatkan batin
Karunianya jamah jiwa rapuh
Harap tegar berdiri diatas penderitaan

Jkt, 30 Juni 2008

Leave a Reply